Articles

Fakta Tentang Kesemutan

Fakta-tentang-kesemutan---lippoinsurance---healthcorner

Parasthesia dalam istilah medis atau biasa yang dikenal dengan kesemutan adalah sensasi geli atau mati rasa yang dibarengi dengan perasaan seperti tertusuk jarum. Hal ini terjadi ketika saraf secara tidak sengaja mendapatkan tekanan sehingga aliran darah pada saraf tidak lancar.

Normalnya, kulit manusia bisa merasakan sensasi tertentu setelah ada rangsangan atau stimulus pada sistem sensoriknya (permukaan kulit). Contohnya rasa nyeri, panas, geli, kasar dan sebagainya. Tentu saja sensasi yang muncul harus sesuai dengan stimulusnya. Jadi kalau kita di cubit, kita akan merasakan sensasi nyeri pada kulit. Sementara pada kasus kesemutan, sensasinya muncul spontan tanpa ada stimulus.

Penyebab paling umum kesemutan adalah posisi yang kurang tepat saat kita duduk, bersandar atau berbaring, seperti menekuk saat duduk bersila terlalu lama atau tidur dengan kepala menindih tangan. Pada posisi tertentu seperti itu akan menekan saraf dan pembuluh darah sehingga mengurangi suplai darah ke bagian tubuh yang tertekan tadi. Apabila kita mengubah posisi atau meluruskan bagian yang tertekuk tadi maka secara perlahan kesemutan itu akan menghilang.

Kesemutan umumnya bersifat sementara. Namun pada beberapa kasus, kesemutan bisa menjadi kondisi medis yang berat, kambuhan, atau kronis. Kesemutan kronis biasanya akan diikuti oleh gejala lainnya, misalnya nyeri, gatal, dan penyusutan/kelemahan otot. Dalam kasus tersebut, kesemutan bisa menjadi tanda dari kerusakan saraf sebagai hasil dari beragam kondisi medis yang mendasarinya, seperti cedera traumatik atau berulang, infeksi bakteri atau virus, pengerasan arteri, dan penyakit sistemik seperti strokediabetes, penyakit hati, ginjal, gangguan tiroid, hingga kanker.

Selain itu, obat-obatan yang sedang dikonsumsi juga bisa memicu kesemutan, misalnya beberapa obat anti kejang, antibiotik, dan obat untuk penyakit HIV/AIDS sering menyebabkan kesemutan pada bagian tubuh.

Faktor lain yang menyebabkan kesemutan berkepanjangan adalah malnutrisi akibat pola makan yang buruk, kekurangan vitamin B12 serta konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Jika Anda sering merasa kesemutan, Anda bisa menanyakan penyebabnya kepada Dokter. Dokter akan menelusuri riwayat medis dan keluhan, dan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. Beberapa tes penunjang mungkin akan dijalani, seperti tes darah, tes Elektromiogram/EMG (tes fungsi saraf dan otot), pemeriksaan cairan serebrospinal, tes konduksi saraf, MRI, dan biopsi.

Setelah diagnosis ditegakkan, Dokter dapat menentukan penanganan untuk kesemutan yang Anda alami. Sebagai contoh, jika kesemutan terjadi karena diabetes, maka Dokter akan mengingatkan Anda untuk selalu mengontrol kadar gula darah, memberikan obat untuk menjaga kadar gula darah, dan menerapkan pola makan sehat.


DAFTAR PUSTAKA

Adrian, K. 2018. Kesehatan : Sering Kesemutan? Ini Penyebabnya. Online : www.alodokter.com diakses tanggal 13 September 2018.

Artikel Pilihan : Sering Kesemutan Tanda Penyakit Berbahaya, Ketahui Penyebabnya. Online : www.doktersehat.com diakses tanggal 13 September 2018


Download artikel Fakta Tentang Kesemutan

traveler
wisata 

×