Articles

Pneumonia Itu Mematikan!

Penumonia Itu Mematikan[3]

Mungkin sebagian dari kita sudah sering mendengar nama penyakit ini. Tapi, mungkin masih banyak pula yang belum tahu apa sebenarnya pneumonia, berikut bahayanya. Ini bukan penyakit yang baru ditemukan. Tapi belakangan kasus pneumonia makin sering kita dengar, terutama yang menyerang anak-anak. Menurut Dr. dr. Dian Pratamastuti, Sp. A dari Siloam Hospitals Surabaya, yang dimaksud dengan pneumonia adalah radang akut yang menyerang jaringan paru-paru dan sekitarnya. Penyakit ini merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang paling berat, karena dapat menyebabkan kematian.

Pneumonia umumnya diawali dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas, yaitu infeksi hidung dan tenggorokan. Pada anak-anak, setelah dua hingga tiga hari infeksi tersebut dapat menjalar ke paru-paru karena sistem imunnya belum terbentuk sempurna, sehingga tubuhnya tidak mampu membasmi infeksi awal yang sebenarnya ringan. Jika sudah menjalar ke paru-paru akhirnya bisa menjadi pneumonia. Pneumonia membuat jalan udara ke paru-paru terhambat. Anak pun jadi sulit bernapas dan asupan oksigen berkurang,” jelas dokter Dian.

Layaknya penyakit influPenumonia Itu Mematikan[4]enza, pneumonia juga sangat mudah menular. Penularannya bisa melalui percikan ludah, batuk, atau bersin dari orang yang sudah terinfeksi. Sebenarnya, jika melalui saluran napas, bibit penyakit yang masuk akan dilawan oleh berbagai sistem pertahanan tubuh kita. Misalnya, dengan batuk-batuk, atau perlawanan dari sel-sel pada lapisan lendir tenggorokan.

Hanya saja, sekarang ini sudah terjadi perubahan pola mikroorganisme penyebab Infeksi Saluran Pernapasan akut (ISPA). Selain karena faktor kebersihan lingkungan dan adanya gangguan kekebalan atau penyakit kronik pada penderita, perubahan ini juga disebabkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat yang menimbulkan perubahan karakteristik pada kuman.

Gejala-gejala pneumonia yang harus diwaspadai

Jika mendapati anak mengalami demam tinggi, nyeri dada saat bernapas atau bernapas dengan cepat (frekuensi napas >60 kali per menit pada bayi di bawah dua bulan, >50 kali per menit pada bayi 2 bulan-1 tahun, dan >40 kali per menit pada anak 1-5 tahun), batuk berdahak, denyut nadi cepat, lemah, dan lemas, kita perlu curiga. Apalagi kalau anak sudah mulai gelisah, tidak mau makan atau minum, mual, muntah, nyeri kepala, kejang atau sianosis (kebiruan pada bibir), bahkan mengalami penurunan kesadaran. Jangan tunggu lama lagi, langsung bawa ke dokter.

Yang bisa dilakukan untuk melindungi anak dari pneumonia:

  • Selalu menjaga kebersihan lingkungan.
  • Memastikan udara di sekitar bebas dari polusi.
  • Memberi makanan dengan gizi yang cukup dan seimbang.Penumonia Itu Mematikan[5]
  • Selalu memberi minum air bersih dan matang.
  • Memberi ASI ekslusif sampai bayi usia enam bulan, karena ASI ekslusif dapat menurunkan kejadian pneumonia pada balita sebesar 20%.
  • Memberikan imunisasi lengkap kepada bayi untuk menurunkan kemungkinan terjadi pneumonia sebesar 50%. Imunisasi yang lengkap mencakup beberapa jenis imunisasi yang terkait dengan pneumonia (seperti vaksin PCV, Campak, DPT, HIB

 


DAFTAR PUSTAKA:

Majalah Silver. Mei-Juni 2017. “Pneumonia Itu Mematikan”, hal 5-6.

IMAGE SOURCE:

  • Solusisehatku.com
  • kompas.com
  • hallosehat.com

Download artikel: Pneumonia Itu Mematikan

traveler
wisata 

×