Articles

Waspada Virus Zika

Nyamuk-zika

Belakangan ini masyarakat Indonesia sedang digegerkan dengan adanya virus Zika, hal ini cukup mengejutkan karena biasanya virus ini endemik di Afrika dan Amerika (Brasil dan Kolombia) dan jarang muncul di daerah Asia Tenggara. Pada Februari 2016 telah ditemukan seorang warga di daerah Jambi terinfeksi virus Zika dengan gejala cukup ringan seperti gejala influenza (seperti demam tidak terlalu tinggi, sakit kepala, nyeri pada sendi dan otot), sehingga apabila tidak bertindak cepat hal ini akan menyebabkan virus cepat menyebar. Diperkirakan 80% dari orang yang terinfeksi virus Zika tidak menunjukkan gejala, dan jarang menyebabkan kematian.

Apa Sebenarnya Virus Zika?

Virus Zika merupakan sejenis virus (dari keluarga Flaviviridae, Genus Flavivirus dan Spesies Virus Zika) yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti (yang juga merupakan vektor untuk demam berdarah dan chikungunya) dan Aedes albopictus. Apabila infeksi ini mengenai ibu hamil maka dapat mengakibatkan hal yang serius pada janin yang dikandungnya, karena dapat menimbulkan kecacatan seperti mikrosefalus (lingkar kepala yang lebih kecil dari pada ukuran normal karena otak tidak berkembang dengan baik).

Bagaimana Cara Penularan Virus Zika?

Penularan virus Zika dapat terjadi secara langsung (ibu yang sedang mengandung terinfeksi virus dan menularkan langsung ke bayinya) dan tidak langsung (penularan melalui perantara nyamuk Aedes yang telah terinfeksi virus dan menularkan ke orang lain). Gejala muncul antara tiga hingga tujuh hari setelah digigit nyamuk, berupa:

  • Mata merah (konjungtivitis)
  • Ruam kemerahan pada kulit berbentik makulopapular (ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul) dan terasa gatal
  • Demam cenderung tidak terlalu tinggi (maksimal 38 derajat celcius)
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan otot yang disertai dengan lebam dan bengkak

Bagaimana Cara Mendeteksi Infeksi Virus Zika?

Karena banyaknya kesamaan gejala antara virus Zika, demam berdarah dan chikungunya yang penularannya sama-sama disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes, maka berikut adalah beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus Zika.

  • Antibodi virus Zika (ZIKV-specific IgM antibodies)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui infeksi akut (dari hari kelima timbul gejala dengan kenaikan titer empat kali di atas nilai normal) dan hasilnya akan bertahan positif antara dua hingga 12 minggu setelah terkena infeksi, walaupun gejala yang dialami telah hilang. Spesimen untuk bahan pemeriksaan didapat dari darah dan dari cairan serebrospinal.

  • Deteksi langsung virus Zika dengan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction)

Pemeriksaan RNA virus yang dapat terdeteksi dari hari pertama hingga 10 sejak timbul gejala. Spesimen untuk bahan pemeriksaan didapat dari darah, urine, liur, ASI, tali pusat (pada bayi baru lahir) dan cairan serebrospinal.

Tips Untuk Mencegah Terkena Virus Zika

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah gigitan nyamuk.

Untuk dewasa:

  • Memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang
  • Memasang kasa nyamuk di lubang-lubang angin dan jendela
  • Memasang kelambu pada saat tidur
  • Menggunakan produk anti nyamuk (seperti lotion anti nyamuk)

Untuk bayi dan anak:

  • Menggunakan pakaian yang menutupi lengan dan kaki
  • Menutupi tempat tidur dan kereta dorong dengan kelambu

Hindari penggunaan produk anti nyamuk untuk usia kurang dari dua bulan dan hindari mengoleskan produk penolak serangga pada bagian tubuh yang mengalami iritasi.

Membasmi nyamuk di lingkungan sekitar dengan cara 3M plus
demam-berdarah-001-768x713 nyamuk-1

Pengobatan sendiri yang dapat dilakukan:

  • Istirahat total
  • Hindari dehidrasi dengan minum air putih yang banyak
  • Obat-obatan sesuai dengan gejala yang dirasakan, seperti demam dan sakit kepala
  • Meningkatkan asupan vitamin dalam tubuh untuk memicu sistem kekebalan tubuh
  • Hindari gigitan nyamuk selama minggu pertama infeksi supaya tidak menularkan ke orang lain

Apabila gejala yang dirasakan semakin memburuk, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

FACTS

  1. Pertama kali ditemukan pada tahun 1947 pada monyet di hutan Zika Uganda, kasus pertama pada manusia ditemukan pada tahun 1954 di Nigeria.
  2. Sampai saat ini belum terdapat vaksin untuk mencegah ataupun mengobati virus Zika.
  3. Kemungkinan penularan infeksi virus Zika melalui air liur, hubungan seksual ataupun tranfusi darah masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.
  4. Pada wanita yang sedang hamil atau sedang program hamil dihimbau untuk menunda perjalanan ke daerah endemis, tetapi apabila memang harus melakukan perjalanan konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk menghindari gigitan nyamuk selama perjalanan.

Daftar Pustaka

  1. (2016). “Zika Virus”, from http://www.cdc. gov/zika/pregnancy/question-answers. html, 10 Februari.
  2. (2016). “Zika Virus”, from http://www.who. int/mediacentre/factsheets/zika/en/, 10 Februari.
  3. Moore Cynthia, (2016). “Interim Guidelines for the Evaluation and Testing of Infants with Possible Congenital Zika Virus Infection — United States, 2016”, from http://www.cdc.gov/mmwr/volumes/65/ wr/mm6503e3.htm, 10 Februari.
  4. Gulland Anne, (2016). “Zika virus is a global public health emergency, declares WHO”, from http://www.bmj.com/content/352/ bmj.i657.full, 10 Februari.

Download artikel: Waspada Virus Zika

traveler
wisata 

×